Welcome!

Karnoto Adalah Konsultan Brand Penulis

CatatanHarian Kontak








About Me

Download
PROFIL | KARNOTO
Beli Sekarang
BUKU | BRAND
Jelajahi
USAHA | KARNOTO
Tentang Saya

Karnoto

Owner Maharti Networking

Penulis Buku Brand, Lahir di Brebes, Jawa Tengah pada 02 Mei 1980. Mantan Jurnalis Radar Banten (Jwa Pos Group), Mantan Jurnalis Warta Ekonomi Jakarta.

Pernah Studi Ilmu Marketing Communication Advertising di Universitas Mercu Buana, Jakarta. Sekarang menjadi Owner Maharti Networking sebuah usaha yang bergerak disejumlah bidang yaitu Media, Konsultan Brand, Jasa Pembuatan Website danToko Online .

Bisnis

Maharti Brand
Kunjungi Website Disini

Maharti Brand adalah lembaga konsultan brand yang melayani jasa branding, pembuatan website dan toko online dll

Maharti Citra Media
Kunjungi Website Disini

Maharti Citra Media bergerak dibidang media onlien, digital dan cetak ada dua media yaitu BantenPerspektif dan BisnisKita

Maharti BookStore
Order Klik Disini

Maharti BookStore adalah Toko Buku Online yang menjual berbagai macam buku mulai dari Buku Parenting, Biografi,Islami

Maharti Publishing
Informasi Detail Klik Disini

Maharti Publishing bergerak dibidang penerbitan buku mulai dari desain buku, penulisan, editing dan percetakan buku

Maharti Food
Informasi Detail Klik Disini

Maharti Food bergerak dibidang makanan dan minuman dengan konsentrasi pada produk UMKM yang jadi khas Indonesia

Maharti Eksotis
Informasi Detail Klik Disini

Maharti Eksotis bergerak dibidang pariwisata dengan produk utama yaitu Wisata Kampung di Kabupaten Brebes

Maharti Land
Informasi Detail Klik Disini

Maharti Land bergerak dibidang properti dengan konsentrasi sebagai broker atau agensi properti, ruko, kios dan tanah

Maharti School
Informasi Detail Klik Disini

Maharti School adalah sekolah digital yang mengajarkan Digital Marketing, Web Desain, Desain Grafis dan Jurnalistik

Bicara Brand

close

Mau Branding, Lakukan Tiga Hal Ini



Sebagus apapun sebuah produk tidak akan memberikan efek positif optimal tanpa melakukan branding. Seperti yang pernah saya ulas pada tulisan sebelumnya bahwa branding itu proses yang membutuhkan waktu dan konsep secara sistematis.

Sebetulnya sih sederhana proses branding secara umum asalkan kita memiliki pengetahuan dasar apa itu brand dan apa itu branding, ini juga sudah pernah saya ulas pada tulisan sebelumnya silahkan baca tulisan ini.

Ada tiga hal mendasar yang perlu diketahui sebelum melakukan branding. Ketiga hal ini adalah pertama filosofi. Ini yang sering diabaikan oleh para pelaku UMKM atau sektor riil karena mainstreamnya bisnis itu yang penting jualan dan laku lalu mendapatkan untung.

Tidak salah sih hanya saja itu baru koma belum sampai ke titik. Ketika kita membuka usaha pasti kita ingin bisnisnya bertahan lama bahkan sampai yang punya meninggalpun bisnis tetap hidup, itu kan yang kita inginkan?

Lalu filosofi apa yang mesti diketahui? Filosofi itu meliputi filosofi perusahaan dan produk yang dikeluarkan dan pada umumnya direpresentasikan secara visual diantaranya melalui logo. Jadi logo itu ruh perusahaan atau produk sehingga harus mengandung filosofi yang kuat tentang perusahaan atau produknya.

Itulah mengapa perusahaan besar mengeluarkan budget besar hanya untuk sekadar membuat logo sampai menyewa ahli desain logo atau kalau dalam pemerintahan biasanya disayembarakan ke publik.

Tak jarang seorang pengusaha menemukan gambar untuk logo produk atau perusahaan secara tidak sengaja ada pula yang logonya terkesan tidak nyambung dengan produk yang dijual, tapi karena filosofinya dalam bagi sang owner maka gambar itupun dipakai, seperti logo PT Gudang Garam.

Apa hubungannya Gudang Garam dengan rokok, tapi karena sang owner yaitu Tjoa Ing Hwie punya filosofi dalam tentang Gudang Garam maka itulah yang dipakai olehnya sampai menjadi perusahaan besar. Bayangankan saja, perusahaan didirikan 26 Juni 1958 sampai sekarang masih menguasai pasar.

Atau Apple misalnya, coba deh diamati apa hubungannya buah apple dengan produk elektronik, tapi ya itu tadi karena sang pendiri punya filosofi yang dalam tentang buah apel dengan bisnisnya maka jadilah buah apel logo. Tentang filosofi logo nanti saya jelaskan pada tulisan berikutnya.

Setelah kita mendapatkan filosofinya langkah kedua adalah mulai melakukan aktivasi branding, apa itu aktivasi branding? Adalah suatu proses untuk memperkuat  brand atau produk. Dengan cara apa aktivasi brand dilakukan?



Pada bagian inilah sebagian orang sering keliru dan tidak utuh karena dianggap branding itu buat iklan, banner, flayer dan promosi lainnya setelah itu dianggap telah melakukan branding secara sempurna. Atau branding itu membuat logo, titik! Padahal itu hanyalah bagian secuil dari aktivasi branding.

Brand yang sudah mendapatkan ruh dengan filosofi itu harus dikomunikasikan ke publik atau calon customer, inilah yang disebut dengan Kommunikasi Pemasaran Terintegrasi, makanya perusahaan besar sekarang membuat departemen khusus yaitu Marketing Communication (MarComm).

Tim inilah yang diberikan tugas khusus untuk melakukan aktivasi branding. Lalu apa saja tools untuk aktivasi branding? Paling tidak ada empat tools yang harus diintegrasikan satu sama lain, tidak boleh berjalan masing - masing.

Tools itu adalah Public Relation, Event, Media Planning dan Advertising. Dan tools ini harus terintegrasi, artinya tidak boleh membawa pesan sendiri - sendiri. Tools itu harus membawa pesan satu yaitu brand itu sendiri.

Mungkin artikel Public Relation, Brand dan Branding ini bisa menjadi bahan bacaan Anda, silahkan klik disini untuk membaca lebih detail artikel tersebut.

Sering terjadi di lapangan, ada sebuah produk dengan brand "Pelayanan Tercepat", pada tools aktivasi branding dengan iklan sudah benar membawa pesan itu, tetapi pada penggunaan tools yang lain justru membawa pesan yang berbeda.

Inilah yang membuat brand tidak terlihat jelas karena komunikasi pemasarannya tidak selaras. Yang advertising membawa pesan "Pelayanan Tercepat", tetapi pada komunikasi pemasaran melalui PR, Medianya pesannya berbeda.

BACA JUGA:
Public Relation, Brand dan Branding
Janda Papan Atas Dibidik Rabbani
Jasa Konsultan Branding

Tentang penjelasan detail empat tools aktivasi branding akan saya jelaskan pada kesempatan lain. Sekarang kita masuk pada langkah terakhir yaitu evaluasi. Pada bagian ini apa saja yang perlu dievaluasi?

Evaluasi sejatinya dilakukan tidak memakai sistem kebut semalam, namun menggunakan evaluasi per program aktivasi branding. Misal, saat iklan awarnnes dipublish maka setelah selesai dilakukan evaluasi untuk mengukur sejauhmana iklan itu bekerja.

Cara mengukurnya bagaimana nanti akan saya jelaskan pada tulisan berikutnya supaya bisa mendapatkan gambaran utuh. Saya kira itulah langkah - langkah melakukan aktivasi branding.

Penulis,
Karnoto











Tiga Hal Sebelum Membuat Iklan


Siapa pengusaha yang tak pernah beriklan, saya yakin semua pebisnis pernah beriklan hanya saja tingkat profesionalitasnya yang berbeda. Bahkan tak hanya produk komersial, produk non komersialpun melakukan ini.

Pertanyaanya adalah sejauhmana efektivitas iklan yang telah Anda lakukan. Ini pertanyaan penting karena biaya iklan lumayan. Ada kesalahan yang sering dilakukan para pemasang atau pembuat iklan yaitu menyamakan iklan itu sendiri, padahal setiap produk memiliki positioningnya masing - masing dan ini memengaruhi konten iklan yang dibuat.

Inilah yang akan saya jelaskan pada tulisan kali ini. Ada tiga level iklan yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan membuat iklan. Level ini akan memengaruhi konten iklan yang akan dipublikasikan kepada calon customer.

Level pertama adalah IKLAN INTRODUCTION, level ini dilakukan bagi brand - brand baru karena tujuan iklan ini adalah membangun awarnness atau kesadaran calon customer bahwa ada produk A, B dan C.

Jadi kalau produk Anda baru maka pakailah iklan introduction atau pengenalan sebagai tools untuk membangun kesadaran kepada calon customer. Level kedua adalah IKLAN PERSUASIF, inilah level dimana iklan Anda sudah berisi konten yang sifatnya ajakan kepada calon customer untuk membeli produk yang Anda iklankan.

Dan terakhir adalah IKLAN REMINDER, level iklan ini dilakukan pada brand - brand lama yang kuat dan memiliki customer loyalis. Mereka jarang beriklan karena brandnya telah kuat, tetapi mereka tetap beriklan hanya saja kontenya bersifat reminder atau mengingatkan customer.

Itulah tiga level yang harus Anda ketahui sebelum membuat iklan sehingga iklan yang Anda buat dan publikasikan akan tepat sasaran, karena hakikat iklan adalah cara kita melakukan komunikasi dengan calon customer.

Dan dalam melakukan komunikasi maka ada pesan yang ingin kita sampaikan kepada calon customer. Pesan itu bisa berupa diskon, beasiswa, bonus dan value lain brand kita. Inilah yang saya lakukan di MAHARTI BRAND (Klik Disini untuk Melihat Detail), lembaga konsultan brand yang saya dirikan saat ini.

Sebab kalau kita menyamakan semua iklan maka akan membuat rancu untuk mengukur sejauhmana iklan Anda bekerja optimal karena setiap iklan memiliki target yang berbeda dan ini memengaruhi konten iklan. Misalkan kita punya produk baru tapi iklan yang dibuat iklan reminder maka iklan itu tidak akan bekerja efektif.

Penulis,
Karnoto









Marketing Paling Jitu, Ini Dia !



Tahukah Anda strategi komunikasi pemasaran yang paling jitu sepanjang massa bahkan sampai akhir duniapun. Strategi ini tak akan pernah usang dimakan zaman meskipun ada desakan teknologi informasi yang begitu deras.

Strategi ini pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW beberapa abad lalu saat menyebarkan Islam ke seantero dunia lalu disambung dimasa kekhilafahan mulai dari Abu Bakar Siddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khattab.

Bahkan dimasa khalifah Umar bin Khatab strategi word of mouth ini cukup masyhur dan membuat nama Islam dan Umar harum di dunia internasional. Strategi ini belakangan diadopsi oleh brand - brand ternama yang memiliki customer loyal. Strategi dikenal dengan sebutan Word of Mouth (WOM) atau bahasa kita dari mulut ke mulut.

WOM diyakini para marketer dunia akan tetap jitu sepanjang masa dan terpakai. Tak heran sejumlah marketer pun menulis buku khusus tentang WOM. Pertanyaanya kemudian bagaimana strategi WOM ini bisa diaplikasikan melihat pasar yang begitu luas. Kan tidak mungkin kita cerita sendiri ke customer sebanyak itu.

Inilah yang akan saya ulas pada kesempatan sekarang makanya baca sampai selesai hingga ujung tulisan ya. Tulisan ini sengaja saya ringankan supaya bisa dikunyah dengan renyah dan gurih sehingga tak perlu mengerutkan dahi untuk mengerti . Word of Mouth  (WOM) atau komunikasi dari mulut ke mulut merupakan proses komunikasi yang berupa pemberian rekomendasi baik secara individu maupun kelompok terhadap suatu produk atau jasa yang bertujuan untuk memberikan informasi secara personal (Kotler dan Keller, 2012).

Word of Mouth (WOM) memang terbukti jitu. Hanya saja Anda perlu tahu tools apa saja yang bisa dikoneksikan dengan strategi ini supaya bisa menjangkau pasar yang luas.

Sebelum membahas WOM dan koneksitasnya. Perlu saya sampaikan bahwa WOM kini mulai dipakai sejumlah brand ternama dan brand - brand kuat, mereka umumnya adalah brand yang memiliki customer loyalis dan berusia puluhan tahun. Dalam komunikasi pemasaran melalui advertisingnya brand ini lebih kuat untuk mengulas strategi WOM ketimbang bicara brand itu sendiri.

Iklan mereka pasti menampilkan lintas generasi dengan tujuan bahwa brand tersebut sudah menjadi konsumsi sejak puluhan tahun dan sampai sekarang dipakai oleh generasi customer yang menjadi target mereka.

Lalu apakah brand baru bisa menggunakan strategi WOM ini? Tentu saja bisa!. Testimoni dari customer merupakan salah satu aplikasi strategi marketing Word of Mouth. Didalam testiomoni itulah orang bercerita tentang brand kita sehingga menimbulkan kepercayaan calon customer.

Meski demikian tidak semua brand ambasador gratisan itu memiliki efek, disinilah kita mesti memilah dan memilih mana customer yang telah mengkonsumsi brand kita tetapi mereka adalah kelompok rujukan.

Apa itu kelompok rujukan? Kalau Anda belajar komunikasi maka pasti akan familir dengan istilah kelompok rujukan. Mereka adalah public figure yang memiliki folowers banyak, punya ketokohan sehingga ketika mereka merkemonedasikan brand kita maka akan berdampak luas karena trush calon customer akan lebih kuat. Apalagi jika brand Anda membidik pasar middle class muslim dimana mereka memiliki banyak pertimbangan ketika memutuskan untuk membeli sesuatu.

Ada dimana kelompok rujukan itu? Mereka tersebar di sejumlah bidang mulai dari dokter, pejabat publik, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, artis dan lain sebagainya. Apa yang saya ulas di atas hanyalah sekelumit tentang bagaimana aplikasi strategi Word of Mouth.

Inilah yang saya lakukan dalam melakukan komunikasi pemasaran sejumlah produk usaha saya selama ini, terutama di sektor media dan jasa pembuatan website dan toko online. Terus terang ini jauh lebih berdampak ketimbang strategi lainnya.

Maharti Brand (Klik Disini untuk informasi lebih detail tentang MahartiBrand) sebagai lembaga konsultan brand memilih strategi ini yang kemudian diaplikasikan dalam berbagai macam tools sehingga bisa berjalan efektif. Tentu masih banyak tools yang bisa kita pakai untuk bisa mengaplikasikan strategi WOM ini. Nanti akan saya ulas pada kesempatan lain. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Penulis,
Karnoto








Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com