close

Januari 17, 2016

D’ Maya Orangtua Baru Kami


 


Mereka yang tidak mengetahui dirinya tidak mampu menjadi seorang yang autentik. Agar bisa bersikap jujur terhadap diri sendiri, Anda perlu tahu apa yang menggerakan Anda, serta kekuatan-kekuatan dan keyakinan apa yang menentukan perilaku Anda
~Norman Drummmond~

Salah satu problem terbesar generasi muda Indonesia adalah perihal tentang konsep diri. Padahal konsep diri sangat penting untuk mengetahui potensi yang ada pada diri seseorang dan bagaimana meletupkannya. Ada beberapa penyebab diantaranya sistem pendidikan Indonesia yang kurang “menghargai” potensi peserta didik sehingga mainstream tools pendidikan termasuk guru keliru dalam menempatkan anak didik. 

Selama bertahun-tahun pendidikan kita hanya berorientasi pada aspek akademik, siapa yang nilai akademiknya bagus maka anak itu dianggap pintar dan akan sukses, sedangkan anak-anak yang akademiknya jelek maka tak punya masa depan cerah. Padahal setiap anak memiliki keunikan masing-masing dan tidak melulu sama atau dipaksakan sama. 
Kondisi ini terjadi bertahun-tahun hingga anak-anak memiliki cara sendiri untuk mencari dunia mereka yang sesungguhnya dan internet mampu menjadi “guru” mereka dalam segala hal, terutama sebagai guru yang akomodatif terhadap hobi, kecenderungan dan keunikan mereka. Karena sang guru adalah mahluk mati maka tak mampu mengkontrol generasi cyber ini sehingga liar. Dan sayangnya guru aslinya, guru yang saya maksud bisa guru di sekolah, orang terdekat di rumah gagap melihat realitas tersebut dan tidak bijak menyikapinya.

Genarasi cyber sudah menemukan dunia mereka sendiri yang dianggap lebih elegan, mau menghargai kesukaan mereka dan mampu menjadi “orangtua” yang bisa diajak negosiasi, bermain dan mengerti selera mereka serta tidak arogan. Ada renungan bagus bagi orangtua dalam bentuk iklan layanan masyarakat yang pernah dibuat Matari Advertising yang dibuat tahun 1978. 

Dan seorang wanita yang mendekap anaknya berkata; Bicaralah pada kami perihal anak-anak maka orang bijak itupun bicara; Puteramu bukanlah puteramu, mereka adalah utera-puteri kehidupan yang mendambakan hidup mereka sendiri. Mereka datang melalui kamu tapi tidak dari kamu. Dan sungguhpun bersama kamu mereka bukanlah milikmu. Engkau bisa memberikan kasih sayangmu tapi tidak untuk pendirianmu, sebab mereka memiliki pendirian sendiri. 

Engkau dapat memberikan tempat pijak bagi raganya tapi tidak bagi jiwanya, lantaran jiwa mereka ada di masa datang yang tak bisa engkau capai meski dalam mimpimu. Engkau boleh berusaha mengikuti alam mereka, tapi jangan mengharap mereka mengikuti alammu, sebab hidup tidaklah surut ke belakang, tidak pula tertambat di masa lalu. Engkau adalah busur bagi anak panah kehidupan putera-puterimu agar melesak ke masa depan.

Naskah iklan layanan masyarakat Matari Advertising tersebut diadopsi dari terjemahan karya Kahlil Gibran. Meski dibuat pada tahun 1978 tapi masih up to date dengan kondisi saat ini, dimana banyak orangtua yang “memaksa” keinginannya terhadap anak-anak. Ada pula yang anak dijadikan tempayang cita-cita orangtua yang tidak pernah direalisasikan di masa lalu lalu ditumpahkan kepada anak-anak. Jelas ini tidak adil dan generasi cyber sudah mampu membaca gelagat ini sehingga mereka mencari dan menemukan “orangtua” mereka di dunia maya. 

We have not inherited the earth from  our parents, we have borrowed it from our childre (bumi ini bukanlah warisan dari nenek moyang kita, melainkan titipan dari anak cucu kita). Kerangka berpikir kita haruslah demikian supaya bisa menjadi orang bijak, bukan orang yang ditaati karena ditakuti. 

Berapa ratus, ribu mungkin jutaan anak yang telah menjadi korban karena tidak mampu menemukan jati dirinya. Selama ini mereka dipaksa oleh sistem yang tidak adil, “orangtua” yang feodal dan memaksakan keinginan pribadi tanpa memerhatikan aspek keunikan anak-anak. Dalam keadaan tertekan ini mereka mencari dunianya sendiri dan ternyata berhasil. ***


           










Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com