close

Februari 28, 2016

Bangun Mental Entrepreneurship





Entrepreneurship bukan merupakan ilmu ajaib yang mendatangkan uang dalam waktu sekejap, tapi sebuah ilmu, seni dan keterampilan untuk mengelola sumber daya, informasi, dan dana.
--Hendro--

Tidak adil rasanya kalau membicarakan entrepreneurship tapi tidak menunjukkan data pengangguran. Untuk itu saya tunjukkan data dari beberapa sumber mengenai angka pengangguran. Harapannya adalah agar kita sadar dan mulai memikirkan masa depan anak cucu kita.

Jumlah pengangguran terbuka pada Agustus 2009 mencapai 8,96 juta orang atau 7,87 persen (Badan Pusat Statistik), pada 2010 jumlah pengangguran mencapai 10 persen.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2009 menyebutkan, dari 21,2 juta orang Indonesia yang terdaftar angkatan kerja, sebanyak 4,1 juta atau sekira 22,2 persennya adalah pengangguran yang didominasioleh lulusan diploma dan universitas. (www.kompas.com).

Melihat data pengangguran itu saya ngeri dan tidak membayangkan lima tahun ke depan. Alasan inilah saya memberanikan diri untuk berbisnis meski statusnya masih menjadi jurnalis. Bercerita soal pengangguran, saya jadi teringat dengan nasehat Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali.

Dia mengatakan bahwa ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi kemiskinan, yaitu dengan menumbuhkan entrepreneurship.

Logika sederhana, apabila ada satu wirausahawan mampu merekrut dua tenaga kerja, maka tinggal dikalikan saja kalau ada ratusan sarjana yang menjadi entrepreneur. Apa yang diungkapkan Rhenald saya alami sendiri.

Maaf bukan ingin menyombongkan diri kepada Anda, tapi ini hanya sekadar pembuktian yang bisa ditiru. Meski saya membuka usaha rumah makan kecil-kecilan, tapi sudah bisa merkrut tiga tenaga kerja yang semula menjadi pengangguran.

Jumlah karyawan di rumah makan orangtua kami lebih banyak lagi, yaitu mencapai sepuluh orang. Ini baru usaha rumah makan kecil-kecilan. Oke, saya berikan contoh lagi biar Anda semakin yakin. Di  Kota Serang, Provinsi Banten, ada pedagang martabak di pinggir jalan atau sering dikenal dengan sebutan pedagang kaki lima.

Berapa jumlah karyawan di setiap titik usahanya? Jumlahnya mencapai sepuluh orang. Ini baru satu gerobak loh, informasi yang saya peroleh, pemilik martabak Assen ini memiliki beberapa titik di Kota Serang. Sayangnya, nasihat Rhenald Kasali belum sepenuhnya diiyakan oleh sebagian besar generasi muda. Jika dibandingkan dengan negara yang lebih maju, Indonesia memiliki entrepreneurship yang minim.

Sebut saja jumlah entrepreneurship di Malaysia yang sudah di atas 3 persen, Singapura 7,2 persen, apalagi Amerika Serikat yang mencapai 11,5 persen. Indonesia hanya memiliki entrepreneurship 0,18 persen. Padahal bila sebuah negara ingin maju, minimal memiliki wirausahawan 2 persen dari total penduduknya.

Demikian dikatakan Hendro, penulis buku Dasar-dasar Kewirausahaan mengutip Kompas, edisi September 2008. Menurut Hendro, kewirausahaan adalah orang yang mempunyai pengalaman, keahlian, dan kemampuan untuk mengorganisasi sebuah usaha, baik dari awal atau yang sudah berjalan untuk tujuan pribadi, yaitu kemakmuran.

Namun, belakangan pemahaman mengenai kewirausahaan bukan hanya sekadar mengorganisasi, karena ternyata bisa terdiri dari pencipta, pemodal (investor), dan pelaku inovasi.

Baiklah, saya tidak ingin menjebak Anda pada perangkap pengertian kewirausahaan secara teoretis. Saya hanya ingin mengajak Anda termotivasi dan segera melakukan atau menjadi entrpreneur. ***

Penulis,
Karnoto, Penghuni Blog









Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com