close

Februari 28, 2016

Diri Kita Adalah Humas

Prinsip-prinsip dasar humas itu konsisten dan kekal. Namun, dalam praktiknya, karena dipengaruhi oleh kekuatan sosil, perkembangan sains, dan lingkungan yang berubah. Humas berevolusi secara konsisten. 
- Frazier Moore -

Judul tulisan ini sebetulnya bisa ditarik dengan perintah Allah SWT, yang mengatakan bahwa diri kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban. Semoga ini tidak terlalu berlebihan karena memang faktanya demikian adanya. 

”Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum itu mau merubahnya,” demikian firman Allah yang patut dicamkan umat Islam. 

Humas menurut Webster’s New World Dictionary sebagaima yang dikutip Frazier Moor adalah hubungan dengan masyarakat luas, seperti melalui publisitas, khususnya fungsi-fungsi korperasi, organisasi yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan opini publik dan citra yang menyenangkan untuk dirinya sendiri. 

Dari pengertian humas di atas, sepertinya saya tidak salah mengambil judul. Paling tidak ada beberapa alasan, pertama, diri kita adalah yang kali pertama berhubungan dengan masyarakat bukan orang lain. 

Proses komunikasi dengan masyarakat sudah kita lakukan sejak kita lahir, anak-anak, remaja, dewasa hingga tua. Investasi komunikasi bertahun-tahun itu merupakan salah satu aktivitas humas, sehingga potret diri kita bisa kita rekam melalui keterangan dari orang-orang yang pernah melakukan komunikasi dengan kita.

Peran inilah yang sering tidak disadari sebagian besar dari kita, khususnya beberapa politisi. Mereka baru akrab dan jadi orang baik dadakan ketika mendekati pemilihan. Ingat! Masyarakat sudah cerdas, jadi kalau pola seperti ini yang kita pakai maka kita akan dikerjain mereka. Kan tidak lucu ada politisi dikerjain petani atau tukang pemulung.

Oleh karena diri kita adalah humas dan humas memiliki peranan penting, terutama menyangkut citra dan opini publik terhadap diri kita maka ada beberapa hal yang mesti kita lakukan. Frazier Moore, pakar humas memberikan tool atau alat-alat bagi kita sebagai humas. 

Alat-alat ini, menurut Frazier, dapat memainkan peranan yang amat penting dan vital dalam suatu situasi tertentu. Alat-alat itu yaitu periklanan (advertising), lobi (lobbyng), keagenan pers (pres agentry), promosi (promotion) dan publisitas (publicity). 

Itulah alat yang mesti dikuasai karena fungsi humas menurut saya tidak akan berarti jika alat itu tidak dipakai. Tentu bagi sebagian orang bingung dan memunculkan pertanyaan bagaimana memakainya?.


Saya menyarankan agar Anda yang belum tahu bagaimana menggunakan alat tersebut untuk belajar dan rajin baca dan praktik. Saya pikir cuma itu jawaban yang satu-satunya.

Penulis,
Penghuni Blog








Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com