close

Februari 28, 2016

Tak Perlu Menunggu Segalanya Sempurna


Kewirausahaan bukan merupakan ilmu ajaib yang mendatangkan uang dalam waktu sekejap, melainkan sebuah ilmu, seni dan keterampilan untuk mengelola semua keterbatasan. (Ir Hendro, MM).

Apa pun profesi Anda, apakah itu dokter, teknokrat, guru, jurnalis, saya menyarankan untuk tetap memiliki jiwa entrepreneurship. Menurut Hendro, penulis Dasar-dasar Kewirausahaan, entrprenership merupakan cara paling jitu untuk menekan angka pengangguran khususnya pengangguran terdidik.

Menurut sejumlah sumber yang aku baca, jumlah entrpreneurship Indonesia masih ketinggalan jika dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Singapura, Amerika Serikat, Jepang termasuk dengan Malaysia, negara tetangga yang sering bertengkar dengan Indonesia. Segudang ide atau gagasan yang numpuk dalam potensi Anda tidak akan memberikan dampak kesejahteraan kalau kita tidak mampu menjual ide tersebut kepada publik.

Anda ingat nama Andre Wongso, laki-laki yang bukan sarjana tapi mampu menjadi kaya raya hanya karena menjual ide melalui tulisan dan kata-kata motivasinya. Sementara pada bagian lain, ribuan sarjana justru meratapi nasib karena tidak bisa meningkatkan ekonominya. 

Setiap pagi melihat koran hanya ingin mencari iklan lowongan kerja, bolak-balik ke kantor Dinas Tenaga Kerja hanya untuk mengurus kartu pencari kerja, antre pula.

Pola pikir kita harus seperti Puspo Wardoyo, sarjana yang kini menjadi pengusaha rumah makan Wong Solo. Sebagai generasi terdidik selayaknya kita memutuskan mata rantai kemiskinan dan jalan yang bisa kita tempuh adalah menjadi pengusaha, tidak melulu menjadi pegawai.

Amerika Serikat, Jepang, Korea, Malaysia, Singapuran, mereka adalah negara yang lebih maju dari Indonesia karena salah satunya didongkrak oleh entrepreneur yang jumlahnya cukup bagus. Saya tunjukan data jumlah entrprenur Indonesia dengan negara-negara maju, lalu kita bandingkan dan pikirkan untuk merenungi dan mengambil hikmah.

Ini data tahun 2008 dari Kompas, edisi September sebagaimana yang dikutip Hendro dalam bukunya Dasar-dasar Kewirausahaan. Amerika Serikat memiliki 11,5 persen wirausaha, Singapura 7,2 persen, Malaysia lebih dari 3 persen. Anehnya, Indonesia dengan segala sumber daya alam yang lengkap, komplit Cuma memiliki wirausaha 0,18 persen.

Perbandingannya jauh sekali sehingga wajar kalau Indonesia masih banyak pengangguran, khususnya pengangguran terdidik. Ayo, sekarang kita jual diri, jual gagasan dan ide kreatif kita untuk menjadi pengusaha sehingga lebih banyak menolong masyarakat. Jangan menunggu segalanya sempurna, cukuplah apa yang ada saat ini untuk jadi modal kita melakukan sesuatu yang terbaik.

Penulis,
Karnoto, Penghuni Blog












Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com