close

Februari 23, 2018

Game Politik, Siapa Cerdik Dia Memetik



Politik itu mirip permainan game. Kapan mengatur serangan dan kapan bertahan
~ karnoto ~


Saya bersyukur karena menjadi orang yang bisa melihat dari dekat sejumlah politisi termasuk kepala daerah. Meskipun tidak mengetahui 100 persen, tapi paling tidak saya bisa mendapatkan gambaran tentang politik dalam artian realitas.

Yah, mirip - mirip seperti kita main game. Itu makanya dalam politik kontrol emosi menjadi penting karena seringnya lawan politik memancing emosi. Tapi terlalu diam juga akan menjadi bulan - bulanan. Susah juga ya menjadi main - main di rawa politik.

Ga juga sih sebenarnya asalkan kita memang memiliki interesting dengan politik. Yang pasti politik itu berbeda dengan bisnis. Dalam bisnis mungkin kita bisa menuntut perjanjian jika ada kaitannya dengan finansial, tetapi dalam politik tidak bisa seperti itu.

Dalam politik juga tidak bisa kita polos - polos termasuk di internal partai politik itu sendiri. Partai apapun pasti ada campur dengan kepentingan pribadi. Kepentingan pribadi itu macam - macam, bisa popularitas, jaringan, prestise, materi atau peluang mendapat proyek ataupun poisis tertentu.

Hanya saja masing - masing partai memiliki tingkat permainan kepentingan yang berbeda-beda, ada yang begitu terbuka, ada yang pura-pura dan malu - malu. Itu makanya saat saya masih bekerja di Jawa Pos Group, Pemred ketika itu mengatakan kepada saya jangan percaya kepada politisi termasuk kepala daerah.

"Kita itu harus selalu negatif thinking kalau urusannya dengan politik, partai apapun pasti punya kepentingan Kar" kata Pak Wid, Pemred Radar Banten waktu itu. Awalnya saya juga tidak begitu percaya sih dengan "nasehat" ini. Mungkin karena dulu masih lugu mengenal politik.

Namun setelah saya bersentuhan lebih intim dengan mahluk yang namanya politik, ternyata benar juga. Setiap politisi pasti punya hidden agenda, tapi meskipun hidden sebetulnya bisa diamati dan dirasakan dari gerak - geriknya. Dan hidden agenda para politisi terjadi di semua partai, hanya saja ya itu tadi. Ada yang pura-pura, malu - malu sampai yang terbuka.

Makanya saya selalu mengatakan kepada teman-teman yang terlibat dalam politik, pertama yang harus disiapkan adalah mental. Itu modal kalau ingin terjun dalam politik. Sebab disana kita akan bertemu  dengan musuh dan konflik.

Bukan saja  konflik dengan luar partai, tapi juga sesama satu partai. Itu biasa saja kalau istilah Anis Matta, Santai Aja!. Asal itu tadi kita jangan polos - polos melihat soal politik. Di depan kita mungkin kompetitor kita bisa berpura - pura menyanjung - nyanjung sampai-sampai kita "ngeplay" dengan sanjungan itu, tapi dibelakang sudah menyiapkan keris untuk menusuk dari belakang. Sekali lagi itu biasa dalam politik.

Kejam dong politik, jahat dong politik. Itu makanya saya katakan siapkan mental. Apalagi gaya menusuknya pun macam - macam, ada yang dengan to the point, artinya langsung tusuk, tapi ada juga yang "membunuh" pelan - pelan  seperti  disiksa sebelum kita "terbunuh"

Apakah itu terjadi hanya dengan luar partai? Tidak juga. Seperti yang disebutkan di atas, hampir semua partai hanya saja tingkatkannya yang berbeda-beda. Ada yang halus, silent dan operasi senyap ada pula yang terbuka.

Kalau yang sudah menjadi politisi pasti sudah merasakan hal ini. Saya katakan pasti! Hanya saja mau terbuka atau tidak. Jadi dalam poltitik tak hanya amunisi yang menentukan, tetapi kecakapan mengendalikan permainan bukan kita yang dikendalikan permainan.

Kalau kita masih menjadi objek yang dikendalikan berarti saya jamin Anda masih politisi amatiran atau pemain pemula dalam politik. Sebab kalau yang sudah mahir dalam politik, pasti dia akan berusaha keras supaya berada di posisi yang mengendalikan, bukan yang dikendalikan. Atau paling tidak saling mengendalikan!

Karnoto
Yang Punya Gubug Maya Ini








Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com