close

Januari 04, 2019

Golf oh Golf


Seumur-umur saya baru kali ini datang ke lapangan golf, masuk ke dalam, pegang stik sampai uji coba permainnya. Tak disangka, olahraga Golf butuh teknik yang ga segampang melihatnya. Taruh bola dan dipukul pakai stik. Ga segampang itu ternyata.

Sebelum berangkat ke tempat golf memang saya diceritakan oleh seseorang yang mengajak saya bahwa golf itu butuh teknik dan ga mudah. Untuk sampai mahir butuh tahunan dan harus ada pelatih, terutama untuk pemula.

Saat diceritakan seperti itu saya mesem - mesem aja dan ga begitu percaya. "Ah, paling juga taruh bola terus dipukul pakai stik, jadi deh. Apanya yang susah, apanya yang butuh teknik," kata saya sebelum mencobanya.

Namun ketika sampai di tempat golf dan mencobanya benar adanya. Golf memang butuh teknik, kalau kita main pukul bisa - bisa tulang belikat kita bisa ringsek.

Menurut saya lebih mudah main bulu tangkis ketimbang main golf. Teknik golf lebih teknis banget, mulai dari posisi kaki, cara megang stik, memukul, posisi badan sampai posisi usai memukul bola pun harus benar.

Jika salah, bukan saja bola ga terlempar optimal, tapi bisa jadi tulang belikat kita yang kena dan terpelintir. Mungkin saja olahraga lain juga sama ada teknik khusus, tapi saya penasaran dengan olahraga ini karena prestise dan hanya orang - orang yang berduit untuk bisa main olahraga ini.

Rasa penasaran saya terbayarkan selama ini soal Golf. Meski tidak punya duit tapi bisa main golf. Biasalah, nebeng yang gratisan.he he he he.

Golf selama ini yang saya kenal olahraga prestises, hanya orang yang berduti karena konon mahal. Tadinya saya mengira mahalnya karena ada plus - plusnya, tapi ternyata memang muahal.

Stiknya aja harganya ratusan juta rupiah. Belum sarung tangan. Bayangin, sarung tangan cuma sebelah saja harganya Rp 500 ribu. Saya coba iseng - iseng masuk ke toko yang menjual perlengkapan golf di dekat lapangan.

Memang niatnya iseng - iseng jadi saat masuk yang pertama saya lakukan adalah pegang barang dan kedua melihat harganya. Ketika saya lihat kaos olahraganya saya kaget melihat harganya. Berapa coba? Rp 780.000.

Dalam fikiran saya, ini kaos muahal amat sampai Rp 780 ribu. Kaos apaan mahal begitu. Ha ha ha ha. Saya pun ga sanggup melihat harga barang lainnya karena pasti muahal. Topi saja bisa sampai Rp 500 ribu, topi apaan ya bisa semahal itu.

Kalau tidak melihat sendiri saya juga kurang begitu percaya, tapi setelah melihat sendiri saya cuma geleng - geleng kepala. Mungkin sih bukan muahal yah, tapi karena sayanya yang tidak punya duit, ha ha ha ha.

Itu baru peralengkapannya, belum lagi biaya untuk main golfnya. Untuk latihan saja butuh anggaran Rp 500 ribu. Itu baru untuk latihan, kalau main yang beneran seperti keliling lapangan dan ditemani cady bisa habis Rp jutaan.

Saya coba kalkulasikan kalau sekali main habiskan Rp 2,5 juta dan sebulan 4 kali main, berarti harus ada budget Rp 10 juta per bulan hanya untuk main golf.

Wajar saja kalau kemudian olahraga ini menjadi presite karena memang muahal. Dan wajar juga kalau golf hanya bisa dilakukan oleh orang - orang tertentu. Coba Anda bayangkan sendiri, sekali main Rp 2,5 juta kalau main sebulan 4 kali jadi Rp 10 juta, berapa penghasian orang tersebut kira - kira.

Tapi tidak masalah deh, tidak main rutin yang penting saya pernah main dan tahu kenapa golf menjadi olahraga prestise. Disinilah orang - orang berduit sering ngumpul. Tak heran golf menjadi sarana untuk lobi bisnis.








Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com