close

Januari 04, 2019

Ijazah dan Fikiran

Senin lalu, tepatnya 30 Desember 2018 saya diberi nikmat untuk bisa datang ke lokasi bencana Tsunami Selat Sunda di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Sekira jam 15.00 saya sampai di salah satu titik yang lumayan parah.

Kenapa saya bilang nikmat? Pertama tak sedikit orang yang tidak diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa melihat langsung kondisi itu. Beragam alasan, karena sibuk pekerjaan, karena merasa sudah terwakilkan atau karena malas pergi jauh - jauh ke lokasi bencana. Apa untungnya?


Setelah melihat kesana kemari dan memotret beberapa reruntuhan dan akivitas warga korban Tsunami mata saya melirik ke salah satu wanita berkurudung kuning. Tapi bukan lirikan macam - macam ya? ha ha ha ha


Dia sedang menjemur sejumlah lembaran kertas dan ternyata setelah saya dekati lembaran itu ijazahnya dia yang basah akibat terkendam air laut. "Ya nih, ijazah basah semua," katanya.


Saya pun mengambil gambar dengan kamera. Wanita itu sesekali meluruskan kerudung kuningnya. Terkadan ia memegang kening, mungkin ia sedih karena ijazahnya basah semua. Setelah saya lihat rupanya masih bisa kepakai karena tulisannya masih jelas terbaca.


"Ga apa apa teh, nanti kalau memang ga bisa dipakai biar saya fasilitasi untuk ke dinas terkait. Insya allah masih bisa kok," kata seorang wanita di sampinngya yang rupanya relawan dari salah satu ormas Islam.


Mungkin ini mengapa Google tak memberikan syarat ijazah dalam rekruitmen karyawanya. Ini juga sejalan dengan fikiran Rocky Gerung bahwa ijazah adalah bukti kita pernah sekolah, sedangkan fikiran bukti kita pernah belajar.

Saya tidak tahu apakah wanita ini tahu kalau Google tidak memberikan syarat ijazah dalam rekruitmen karywannya atau tidak. Tapi dilihat dari ekspresi saat ia menjemur ijazah tersebut, sepertinya ia sangat kehilangan dan merasa sedih bercampur bingung.

Maklum di Indonesia kan ijazah menjadi syarat utama untuk keperluan pekerjaan, baik melamar menjadi pegawai negeri sipil maupun pegawai swasta. Tanpa ijazah sulit rasanya bisa bekerja di perusahaan besar.


Pada bagian lain, banyak pengusaha sukses tanpa ijasah. Mereka bahkan mempekerjakan orang - orang yang masih mengandalkan ijazah. Kita mau memilih yang mana, itu pilihan sih! Terlalu panjang kalau saya tuliskan mereka yang sukses tanpa ijazah.

Semoga wanita yang kehilangan ijazah ini karena Tsunami Selat Sunda membaca ini sehingga tak patah semangat. Biarkanlah ijazahnya basah bahkan punah, tapi fikiran yang punya ijazah tak boleh redup apalagi pupus harapan.


Karnoto








Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com