close

Januari 04, 2019

Ketika Temanku Bertanya Tentang Islam

Suatu ketika temanku yang beragama non Islam mengajak saya ke perpustakaan. Tadinya saya mengira hanya ingin mengajak rekreasi ilmu di taman buku itu sebagai bahan debat kami. Tapi ternyata ia mau mengajak diskusi tentang Islam.

Waduh, saya rada - rada khawatir kalau ada pertanyaan tentang dalil sedangkan saya sadar ga hapal semua dalil atau dasar yang kaitannya dengan syariah. Maklum, sejak kecil saya sekolah nasionalis.

Sejak SD sampai kuliah saya sekolah dengan ideologi nasionalis. Lagu - lagu yang sering saya dengar ya lagu - lagu kemerdekaan makanya kalau ada yang sok nasionalis hanya karena baju atau hapal pancasila saya rada-rada gemes. Belajar mengaji hanya di guru kampung, itu pun sepekan sekali. Tapi ya sudahlah, kalau menolak bisa menurunkan derajat saya sebagai seorang muslim. He he he.

Masa, ngaku Muslim giliran diajak diskusi tentang Islam ga berani. Akhirnya bismillah dan mulailah dia duduk di depan saya sembari pegang buku.

Rambutnya dia biarkan terurai, terkadang beberapa helai rambutnya terbang akibat tersapu angin karena kami berada di lantai 5. Dia perempuan kritis, punya nyali dan tidak peduli dengan omongan orang dan akan mempertahankan argumentasinya ketika ia meyakini bahwa itu benar. Namun pada lain hal, dia tipikal perempuan yang bisa menerima argumentasi jika memang ia anggap itu benar. Karena posisi kami berhadapan dan ngobrol serius, sekitar kami mengira kami sedang ngobrolin soal hubungan "merah jambu" padahal yang diobrolin jambu merah. Ha ha ha ha ha

"Mas Karnoto kan Agamnya Islam,? Tanya dia kepada saya yang sebenarnya ia hanya ingin menegaskan saja. Saya jawab iya. "Mas, apa yang membedakan Islam dengan Agama lain atau Agama saya deh," tanya dia lagi.

Wealah, ini pertanyaan sederhana sebenarnya tapi kalau kita salah jawab atau tidak ada jawabanya  emosional bisa salah paham. Tapi karena niat kami diskusi dewasa maka saya pun lebih ringan tanpa beban, tanpa harus merasa akan diadukan ketika nanti saya mengutarakan beberapa hal sensitif.

Akhirnya saya pun jawab. "Apakah Agama yang kamu yakini saat ini membicarakan bagaimana seharusnya orang bersin? bicara buang hajat, bicara bagaimana tidur, bicara bagaimana ketika kena sakit atau bicara soal kuah sayuran yang harus dibagikan ke tetangga?,membicarakan bagaimana seharusnya kita makan? termasuk apakah membicarakan mencukur rambut?" jawab saya dengan bentuk pertanyaan juga.

Sengaja saya tidak jawab soal dalil, disamping saya ga menguasai, juga untuk menghindari jawaban yang terlalu ekstrim. Saya hanya ingin memberikan massage kepada temanku bahwa Islam agama sempurna, detail sampai urusan bersin dan kuah sayur pun Islam membicarakan.

Temanku pun menjawab dengan cepat pertanyaan saya. "Ga ada Mas, Memang Islam membicarakan semua itu?" tanya dia. Saya pun menjawab bahwa Islam membicarakan semua tentang manusia dengan tetek bengeknya, mulai dari kandungan,saat lahir, bayi, anak - anak, remaja, dewasa, menikah sampai meninggal bahkan urusan bagaimana kita berbagi kuah sayuran ke tetangga pun dibicarakan oleh Islam, saking sempurnanya Islam.

Urusan private saja Islam membicarakan, apalagi urusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti ekonomi, politik, budaya, pemerintahan, militer dan pemberdayaan, jelas pasti membicarakan semua itu.

"Mmmm...oh gitu Mas" jawab dia. Saya pun bertanya lagi, "Apakah Agama kamu membicarakan bagaimana tata cara bagi warisan? atau apakah Agamamu mengajarkan akuntansi?," Sebetulnya ayat Al Qur'an yang membicarakan Akuntansi juga saya dapatkan dari dosen Akuntasi ketika saya kuliah dulu.

Sedikit cerita, saat kuliah Akuntansi dosen bertanya kami kami di ruang kelas. "Apakah kalian tahu bahwa Qur'an bicara Akuntansi?" Tentu saja kami menjawab tidak tahu, wong memang benar tidak tahu dan baru tahu ketika itu.

Sang dosen cuma bilang dan menyuruh kami mencari Ayat terpanjang dan surat terpanjang dalam Al Qur'an. Pulan di kosan - kosan saya pun penasaran. "Masa iya sih Al Qur;an ngomongin Akuntansi. Kan turunya dizaman Nabi Muhammad tidak secanggih sekarang," gumam saya dalam batin. Dan setelah saya pegang Qur'an langsung saya cara surat terpanjang dan ketemualah Surat Al Baqarah.

Saya pun mencari ayat terpanjang dalam kitab itu dan ditemukan ayat ke ke 282. Ayat ini memang terpanjang dari ratusan ayat yang ada di Surat Al Baqarah. Inilah terjemahan ayat tersebut.

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. 

Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada utangnya. 

Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. 

Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah muamalahmu itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. 

Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Al Baqarah : 282

Karena memang dia anak cerdas, logic dan rasa ingin tahunya tinggi maka saya sarankan untuk membaca beberapa buku dan membuka Al Qur'an dan terjemahannya. Dia menyetujui saranku, tapi setelah sekian lama kami lost contact karena saya ganti nomor handphone, dia juga ganti nomor handphone. Semoga Dapat Hidayah.

Terakhir saya cuma bilang kepada teman saya, kalau ada kesempatan buka Qur'an dan cari surat terpanjang serta ayat terpanjang, disana akan ditemukan ayat yang membicarakan soal Akuntansi. Dan jangan pernah lelah mencari kebenaran soal Agama. Tanyakan kepada sejumlah ustadz dengan latarbelakang berbeda yang bisa diajak diskusi supaya tahu bahwa dalam Islam pun ada hal yang berbeda.

Kenapa saya menyarankan berguru ke sejumlah ulama yang berbeda supaya otak berfikir dan bisa universal dalam mempersepsikan Islam. Jadi andaikan dia nanti memeluk Islam, dia akan lebih siap dengan realitas bahwa ada cara pandang berbeda tentang cara berdakwah diantara umat Islam.

Penulis,
Karnoto, Penghuni Blog

 








Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com