close

Januari 04, 2019

Politik Rasa, Rasa Politik


Politik berada di dua sisi, satu sisi abstrak mirip barang lunak tapi rasanya cukup keras dan sisi lainnya kongkrit. Menginjakan kaki di dua sisi seperti ini butuh keahlian, oleh karena itu risikonya bukan menderita fisik saja, tapi menderita secara psikis. Maka jangan coba - coba berani berenang dalam kolam politik kalau tak siap risiko.

Sebab politik itu bukan aktivitas perdagangan atau bisnis, dimana hari ini kita belanja bisa langsung dijual dan dapat untung. Jika bisnis yang dikelola adalah benda mati, maka politik mengelola benda hidup, yaitu manusia.

Pergerakan objek manusia berubah dinamis dan sangat cepat dan terkadang di luar dugaan. Sebelum gong pemilu dimulai, beberapa tokoh getol mengkritik kalangan tertentu, tapi sekarang justru menjadi bamper orang yang sebelumnya dikritik.

Biasa saja sih sebenarnya dalam politik, itu makanya seseorang ga boleh pakai kacamata kuda kalau mengambil angle politik. Politisi juga ga boleh kagetan, karena tabiat politik memang berubah super cepat.

Itu makanya sejumlah ahli bilang politik itu seni. Seni berkomunikasi, seni debat, seni branding, seni menyerang dan seni bertahan. Jika kita tak punya seni politik, maka kita akan jadi politisi kagetan.

Dengar isu ini kaget, dengan isu itu pun kaget. Diserang itu kaget, diserang ini kaget. Jadi politik itu soal rasa dan rasa itu hanya bisa dinikmati oleh mereka yang memiliki jiwa seni politik.








Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com