close

Oktober 26, 2019

Konsep Diri Customer, Perlukah Anda Tahu?
FOTO: MODEL BATIK SALEM BREBES


Dalam sebuah percakapan ibu - ibu terjadilah obrolan perihal fesyen dan kosmetik yang mereka sukai, mereka inginkan dan mereka cari serta mereka beli. Ibu yang satu memilih brand A karena dinilai tidak ribet alias simple. Sedangkan untuk kosmetik sebagian menyukai brand Indonesia sebagianna lagi menyukai brand luar negeri.

Masing - masing memiliki alasan dan rasionalisasinya sehingga tidak bisa kita salahkan. Itulah konsep diri customer yang memiliki perbedaan pada diri setiap orang. Jadi ketika Anda menawarkan produk kepada calon customer lalu mereka tidak membeli karena berbagai alasan bahkan bisa jadi produk Anda dibanding - bandingkan dengan produk lainnya Anda tak perlu marah, karena memang konsep diri customer tidak sama.

Yang salah adalah Anda salah mentarget customer. Disinilah pentingnya kita sebagai pedagang mengenali demografis calon customer termasuk didalamnya nanti mengenali konsep diri calon customer sehingga kita bisa memberikan treatment konten komunikasi pemasaran yang kira - kira mendekati konsep diri calon customer tersebut.

Anda tidak bisa memaksakan kepada calon customer bahwa produk Anda jauh lebih baik, yang harus dilakukan adalah melakukan edukasi kepada calon customer melalui komunikasi pemasaran dengan beragam tools, itu akan lebih elegan daripada Anda marah  - marah kepada calon customer dan menjustifikasi mereka tidak mengerti produk.

Itulah mengapa dalam jualan perlu pakai ilmu dan ilmu itu salah satunya adalah Marketing Communication (MarComm). Sebab tanpa adanya komunikasi pemasaran yang baik maka sebagus apapun produk Anda tidak akan mampu menjangkau customer.

Kembali pada konsep diri customer tadi. Begini, setiap orang dalam hal ini calon customer memiliki masa lalu dan pengalamannya masing - masing, termasuk pengalaman dalam menggunakan atau membeli produk.

Ketika ada customer yang mengurai bahwa dirinya lebih menyukai brand yang simple bisa jadi karena ini terkait aktivitas mereka yang membutuhkan pakaian yang simple. Ini berlaku juga untuk produk dalam bentuk jasa, semisal jasa umroh dan haji.

Ketika seseorang ditawarkan paket umroh ada yang menolak atau yang tertarik, dalam konteks berbisnis itu hal biasa. Namun saya tidak ingin mengulas hal itu secara filosofi dagang semata, tapi ingin saya kaitkan dengan konsep diri customer.

Pentingnya memahami konsep diri customer yang menjadi target market menjadikan tema ini menjadi kajian khusus dalam studi ilmu komunikasi pemasaran. Jadi, mulai sekarang petakanlah konsep diri calon customer Anda agar bisa memberikan konten komunikasi pemasaran yang tepat dan sesuai dengan konsep diri mereka. Selamat Mencoba !








Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com