close

Oktober 10, 2019

Mau Branding, Lakukan Tiga Hal Ini


Sebagus apapun sebuah produk tidak akan memberikan efek positif optimal tanpa melakukan branding. Seperti yang pernah saya ulas pada tulisan sebelumnya bahwa branding itu proses yang membutuhkan waktu dan konsep secara sistematis.

Sebetulnya sih sederhana proses branding secara umum asalkan kita memiliki pengetahuan dasar apa itu brand dan apa itu branding, ini juga sudah pernah saya ulas pada tulisan sebelumnya silahkan baca tulisan ini.

Ada tiga hal mendasar yang perlu diketahui sebelum melakukan branding. Ketiga hal ini adalah pertama filosofi. Ini yang sering diabaikan oleh para pelaku UMKM atau sektor riil karena mainstreamnya bisnis itu yang penting jualan dan laku lalu mendapatkan untung.

Tidak salah sih hanya saja itu baru koma belum sampai ke titik. Ketika kita membuka usaha pasti kita ingin bisnisnya bertahan lama bahkan sampai yang punya meninggalpun bisnis tetap hidup, itu kan yang kita inginkan?

Lalu filosofi apa yang mesti diketahui? Filosofi itu meliputi filosofi perusahaan dan produk yang dikeluarkan dan pada umumnya direpresentasikan secara visual diantaranya melalui logo. Jadi logo itu ruh perusahaan atau produk sehingga harus mengandung filosofi yang kuat tentang perusahaan atau produknya.

Itulah mengapa perusahaan besar mengeluarkan budget besar hanya untuk sekadar membuat logo sampai menyewa ahli desain logo atau kalau dalam pemerintahan biasanya disayembarakan ke publik.

Tak jarang seorang pengusaha menemukan gambar untuk logo produk atau perusahaan secara tidak sengaja ada pula yang logonya terkesan tidak nyambung dengan produk yang dijual, tapi karena filosofinya dalam bagi sang owner maka gambar itupun dipakai, seperti logo PT Gudang Garam.

Apa hubungannya Gudang Garam dengan rokok, tapi karena sang owner yaitu Tjoa Ing Hwie punya filosofi dalam tentang Gudang Garam maka itulah yang dipakai olehnya sampai menjadi perusahaan besar. Bayangankan saja, perusahaan didirikan 26 Juni 1958 sampai sekarang masih menguasai pasar.

Atau Apple misalnya, coba deh diamati apa hubungannya buah apple dengan produk elektronik, tapi ya itu tadi karena sang pendiri punya filosofi yang dalam tentang buah apel dengan bisnisnya maka jadilah buah apel logo. Tentang filosofi logo nanti saya jelaskan pada tulisan berikutnya.

Setelah kita mendapatkan filosofinya langkah kedua adalah mulai melakukan aktivasi branding, apa itu aktivasi branding? Adalah suatu proses untuk memperkuat  brand atau produk. Dengan cara apa aktivasi brand dilakukan?



Pada bagian inilah sebagian orang sering keliru dan tidak utuh karena dianggap branding itu buat iklan, banner, flayer dan promosi lainnya setelah itu dianggap telah melakukan branding secara sempurna. Atau branding itu membuat logo, titik! Padahal itu hanyalah bagian secuil dari aktivasi branding.

Brand yang sudah mendapatkan ruh dengan filosofi itu harus dikomunikasikan ke publik atau calon customer, inilah yang disebut dengan Kommunikasi Pemasaran Terintegrasi, makanya perusahaan besar sekarang membuat departemen khusus yaitu Marketing Communication (MarComm).

Tim inilah yang diberikan tugas khusus untuk melakukan aktivasi branding. Lalu apa saja tools untuk aktivasi branding? Paling tidak ada empat tools yang harus diintegrasikan satu sama lain, tidak boleh berjalan masing - masing.

Tools itu adalah Public Relation, Event, Media Planning dan Advertising. Dan tools ini harus terintegrasi, artinya tidak boleh membawa pesan sendiri - sendiri. Tools itu harus membawa pesan satu yaitu brand itu sendiri.

Mungkin artikel Public Relation, Brand dan Branding ini bisa menjadi bahan bacaan Anda, silahkan klik disini untuk membaca lebih detail artikel tersebut.

Sering terjadi di lapangan, ada sebuah produk dengan brand "Pelayanan Tercepat", pada tools aktivasi branding dengan iklan sudah benar membawa pesan itu, tetapi pada penggunaan tools yang lain justru membawa pesan yang berbeda.

Inilah yang membuat brand tidak terlihat jelas karena komunikasi pemasarannya tidak selaras. Yang advertising membawa pesan "Pelayanan Tercepat", tetapi pada komunikasi pemasaran melalui PR, Medianya pesannya berbeda.

BACA JUGA:
Public Relation, Brand dan Branding
Janda Papan Atas Dibidik Rabbani
Jasa Konsultan Branding

Tentang penjelasan detail empat tools aktivasi branding akan saya jelaskan pada kesempatan lain. Sekarang kita masuk pada langkah terakhir yaitu evaluasi. Pada bagian ini apa saja yang perlu dievaluasi?

Evaluasi sejatinya dilakukan tidak memakai sistem kebut semalam, namun menggunakan evaluasi per program aktivasi branding. Misal, saat iklan awarnnes dipublish maka setelah selesai dilakukan evaluasi untuk mengukur sejauhmana iklan itu bekerja.

Cara mengukurnya bagaimana nanti akan saya jelaskan pada tulisan berikutnya supaya bisa mendapatkan gambaran utuh. Saya kira itulah langkah - langkah melakukan aktivasi branding.

Penulis,
Karnoto











Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com