close

Januari 03, 2020

Foto Tak Berkata, Tapi Punya Makna
SumberFoto: Group FB.KFI

Sekira sebulan ini saya aktif dikomunitas fotography Indonesia dan disini saya banyak belajar tentang dunia fotography, mulai dari pengambilan angle, mengatur setting kamera sampai permainan warna latarbelakang. Meski bukan dunia baru bagi saya, tetapi banyak ilmu baru yang saya dapatkan di komunitas yang anggotanya dari seluruh Indonesia.

Misal sebuah foto model pengantin yang diunggah dari salah seorang anggota Komunitas Fotography Indonesia di group sosial media. Saya mendapatkan foto - foto ekspresif dan sarat dengan makna. Kalau dulu saya cuma sekadar mengenal foto pengantin an sih, tetapi di komunitas ini saya mendapatkan inspirasi tentang bagaimana angle seorang pengantin dengan balutan bermacam - macam pakaian.

Ada pula anggota KFI yang mengupload foto model dengan berbagai macam angel dan tentu dengan sensitifinya masing - masing fotographer. Ada yang model maaf dadanya terbuka sampai terlihat, ada yang menggunakan model seorang wanita berhijab dan adapula menggunakan model dadakan, seperti orangtua yang sedang menggendong anak dan lain sebagainya.

Intisarai dari semua foto dan ekspresi masing - masing adalah bahwa foto itu memang tak berkata, tetapi ia punya makna. Kalau dalam jurnalistik, foto sendiri sebenarnya sebuah berita hanya bentuknya yang berbeda. Jika jurnalis biasanya menulis maka seorang jurnalis foto beritanya adalah foto itu sendiri.

Dalam foto sesungguhnya ada pesan yang ingin disampaikan kepada khalayak, apakah itu pesan kebencian, kejenuhan, kemarahan, prihatin dan emosi - emosi lainnya. Oleh karena foto membawa pesan dan artinya punya makna didalamnya maka sejatinya angle atau sudut pandang menjadi sebuah keniscayaan bagi seorang pemotret selain skill teknis yang juga harus dimiliki.

Dulu, saat saya masih menjadi jurnalis di media mainstream dan mengikuti pelatihan, ada seorang narasumber yang mengungkapkan kedahsyatan foto. Saya lupa nama narasumbernya ketika itu, tetapi pesan yang ia sampaikan adalah bahwa foto memiliki makna dalam.

Ia ceritakan ada sebuah foto di negeri yang krisis kelaparan dan dalam foto itu ada seekor burung Gagak dengan posisi didepannya seorang anak kecil yang kurus dan telrihat tulang - tulangnya. Foto ini memiliki makna sangat dalam karena menggambarkan betapa memprihatinkannya kondisi di negara tersebut.

Anda bayangkan, burung Gagak itu pemakan bangkai dan dalam foto itu burung tersebut tepat berada di depan anak yang kelaparan sehingga tulangnya sangat terlihat jelas. Foto ini menggambarkan seolah - olah sang burung Gagak siap memangsa sebuah bangkai karena saking memprihatinnya kondisi si anak tadi.

Sumber: Internet

Foto ini disebut - sebut sebagai foto terbaik didunia dan sang fotopragher yaitu Kevi Carter mendapatkan penghargaan. Foto ini diambil pada Maret 1993 di Desa Ayod, Sudan. Gambar terkenal ini diambil oleh jurnalis foto asal Afrika Selatan, Kevin Carter, saat dia ditugaskan untuk meliput bencana kelaparan hebat di negara Sudan. Beberapa bulan kemudian sang fotografer mencabut nyawanya sendiri karena depresi atas apa yang telah dilihatnya.

Dan tentu masih banyak lagi foto - foto fenomenal yang sarat dengan makna. Jadi, intinya foto itu memang tak bisa bicara, tetapi foto punya makna. Dengan makna dan pesan itulah sebuah foto bisa menggugah, membuat marah, membuat prihatin dan emosi - emosi lainnya.

Salam,
Karnoto








Contact Us

WhatsApp :

+62 859 210 290 49

Home :

Banjar Agung Indah Blok F44, No.6 Cipocok Jaya,
Kota Serang, Banten

Email :

karnotogw@gmail.com